Jumat, 07 Juni 2013

PENGALAMAN MISTIK: KISAH KELUARGA KAMI MELAWAN JIN

Kejadian ini sekitar tengah tahun 2009 sebelum keberangkatan orangtuaku ke Mekkah untuk berhaji. Ayah sempat mengalami sakit parah sekitar 4 bulan lamanya. Berawal dari faktor pola makan yang kurang higienis yang tidak seimbang dengan pola gizi yang biasanya ibuku selalu berikan, hal ini dikarenakan ayahku bekerja di daerah Tpi, beliau pindah tugas dan menjabat sebagai pejabat daerah.
Namun ibu tidak ikut serta mendampingi beliau bertugas dikarenakan aku masih memilki 2 (dua) orang adik yang sudah menikah dan yang masih duduk di Sekolah Lanjutan Menengah atas (SLTA). Ibu beserta adik-adikku berada di kota Pekanbaru, sementara ayah dan diriku berada di Tpi.
Aku bekerja di salah satu Instansi Lembaga Pemerintahan di daerah Provinsi Kepulauan Riau, sementara ayah di daerah Kota Tpi. Kesehari-harianku bisa menjaga dan mengurus ayah hanya waktu beliau pergi dan pulang kerja. Namun untuk pagi dan siang menjelang sore waktu kami isi dengan pekerjaan rutin dan terkadang waktu makan pun kurang teratur dan kadang makanan untuk makan siang pun siap saji tanpa mengetahui bahan pengawet apa yang di gunakan.
Sekitar bulan Juli tahun 2009 ayahku telah memasuki masa purna bakti atau pensiun. Ayah akhirnya kembali berkumpul bersama ibu dan ke dua adikku serta menantu dan 1 (satu) orang anak. 2 (dua) minggu kemudian ayah mertua adikku yang sebelumnya berada di Semarang berkunjung ke Pekanbaru. Isteri adikku ini bernama Vina. Ayah Vina ini ternyata di Semarang di kenal sebagai ahli pengobatan alternatif.
AYAH SAKIT
Pada suatu hari ayah mengeluh nafasnya sesak, keringat dingin keluar, muntah, demam panas,dan perutnya makin hari semakin membuncit. wajah ayah semakin lama semakin pucat. Padahal beberapa bulan lagi ayah dan ibu berencana akan menunaikan ibadah haji. Ibu dan keluarga membawa ayah berobat ke dokter menginap di rumah sakit. Namun kesembuhan belum didapat ayah. Nah, di saat ayah sedang sakit, ayah vina menawarkan bantuan untuk mengobati ayah dengan caranya.
Ia datang ke rumah dan melakukan prosesi pengobatan. Memijit dengan menggunakan bacaan-bacaan ayat, kemudian bekam, dan mengolah buah mengkudu, labu air dan nenas menjadi obat, dan lain sebagainya.
Ketika ayah Vina mengobati ayahku, ia menceritakan masa mudanya jauh sebelum naik haji.
Cerita ayah dulu ketika masa muda, ada satu hal yang waktu itu beliau sempat menelan serbuk seperti kristal pemberian dari temannya, yang katanya berguna untuk menangkal santet tenung teluh ilmu ditam dan sebagai pelindung diri. Serbuk tersebut konon sudah mendarah daging dan teman yang memberikan serbuk tersebut telah meninggal. Ayah meminta bantuan dari sang paranormal untuk mengeluarkan serbuk tersebut sebelum menunaikan ibadah haji.
Singkatnya, ayah Vina berhasil mengeluarkan dan membersihkan diri ayah dari pengaruh “Serbuk Penangkal” dengan caranya sendiri. Tapi sayangnya, ayah belum sembuh juga. Kondisinya bahkan semakin parah dan pucat. Meskipun begitu, ayah tetap mengerjakan sholat lima waktu dan semakin intensif mendekatkan diri pada Allah SWT dengan melakukan ibadah sunnah seperti sholat tahajud.
KEJADIAN ANEH
Beberapa waktu setelah proses pembersihan serbuk penangkal tersebut, ayah mengalami kejadian aneh. Ia kedatangan tiga orang tamu tak dikenal. Ketiga tamu tersebut menawarkan bantuan dengan mengobati ayah, tamu tersebut berniat ingin mengajak ayah mengikuti segala ajaran dan perintah yang mereka anut dan kerjakan, ayah menanyakan ajarannya apa, dan bagaimana mengerjakannya.
Ketiga tamu tersebut mengaku beragama Islam, namun anehnya tidak melaksanakan syariat sholat lima waktu, tidak mengenal dua kalimah syahadat, tidak melaksanakan ibadah puasa dan memiliki satu orang nabi setelah nabi Muhammad SAW, dan setiap malam bulan purnama punya ritual khusus yang harus di laksanakan di depan mayat orang yang baru meninggal, kemudian meminta uang sebesar 5 juta rupiah untuk iuran kegiatan mereka.
Spontan ayah terkejut dengan apa yang mereka katakan, ayah marah bahkan bilang bahwa ajaran islam yang sesungguhnya tidak begitu, dengan beraninya dan lantang ayah mengatakan aliran yang kalian anut sesat !!!! itu bukan Islam !!!! biar bagaimanapun saya tidak akan menerima ajakan kalian !!! maaf…saya saat ini sedang sakit, sebaiknya kalian keluar dan segeralah pulang,, tolong keluar dari rumah ini !!! mereka akhirnya terdiam, kemudian salah seorang dari mereka berkata: “Sebelum pulang, sebaiknya bapak bisa pikirkan dulu mengenai ajakan kami ini. Baiklah..kami akan pulang dulu”
Pada malam harinya, sekitar pukul 2 malam, ayah mengeluh sakit, nafasnya sesak, muntah, perut membuncit, keringat dingin mengucur deras, dan muntahnya mengeluarkan darah. Waktu itu walau dengan susahnya bernafas beliau masih sempat sholat tahajjud. Dan ayah Vina datang mengobati ayah, kemudian ayah tertidur.
Di dalam tidurnya ayah bermimpi rumah kami dari atas di teropong sama 3 (tiga) orang, dan ke tiga orang tersebut menaburkan sesuatu dari atas rumah. Ayah terbangun dan menceriterakan mimpi tersebut kepada keluarga.
Semakin hari kondisi ayah semakin memprihatinkan padahal tidak lama lagi sekitar 1 bulan mendatang ayah berencana akan menunaikan ibadah haji. Nah, ada kejadian histeris yang terjadi pada suatu malam tepatnya pada malam Jumat kliwon.
Saat tidur, tiba-tiba ayah berteriak-teriak seakan sedang berbicara sama makhluk yang tidak berwujud yang ada di depannya.
“Tolong jangan ganggu saya, pergilah kalian, saya tidak mau minum darah, pergi sana pergi !”
Takut terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan, adekku buru-buru memanggil ayah vina. Sang paranormal pun cepat-cepat mendatangi rumah kami dan melihat kejadian mencengangkan ayahku memegang leher, seperti ingin melepaskan tangan orang yang hendak mencekik lehernya.
Allahu Akbar !!! Ya Allah lindungi saya !!! Astaghfirullahaldzimm,, kami yang berada disitu berusaha menolong ayah, ayah Vina kemudian bersiap-siap dengan jurusnya untuk menyerang balik makhluk itu, menurut yang dia lihat, rumah ini diserang dari tiga penjuru, dari sudut kiri, kanan dan depan.
“Tolong kalian semua waspada….!!!!
Yang sudut kanan akan menuju ke kamar Icha (adik perempuanku) yang saat itu sedang tidur, trus yang disebelah kiri akan menuju ke ibuku, dan yang di depan sasarannya ke ayahku, yang tadi sempat berhasil melepaskan cekikan, kemudian bersiap-siapa datang menyerang lagi. Tapi sepertinya mereka tidak mengenaliku yang waktu itu baru saja tiba di Pekanbaru. Ayah vina dibantu adik laki-lakiku kemudian terlibat seperti sedang berkelahi. Kulihat mereka bertarung, saling tendang, tenaga dalam dan menyerang.
Naluriku memerintahkanku untuk langsung membawa ayah masuk ke kamar dan mengambil kitab suci Al quran. Aku membaca Al Quran di dekat ayah, sambil memijit dan meminumkan obat yg di berikan ayah vina. Kemudian Vina gantian menjaga ayahku, terdengar suara pintu kamar adikku seperti bergerak dan terbuka, aku langsung keluar sambil melafazkan ayat kursi aku mendengar suara kaki diseret namun tidak berwujud.
Ayah wina membaca mantera dan mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya, dan melemparkan kearah makhluk tersebut, kemudian sepertinya makhluk itu terkena pukulan ayah Vina, barang-barang pecah belah dan lemari ikut pecah dan hancur, kemudian mendengar suara teriakan: “Panas panas panas….” Aku merasakan sosok tersebut semakin lama semakin mendekati aku dan adikku.
Aku membangunkan adikku, supaya cepat tersadar, akhirnya, suara kaki di seret dan desahan nafas pun terdengar olehku, namun tidak terdengar oleh adikku. Semakin lama aku semakin sering melafazkan ayat-ayat alquran. Adikku juga ikut melafazkannya.
Namun sepertinya adikku terlebih dahulu yang menjadi sasaran, sekujur kaki adikku ngga bisa digerakkan, aku langsung semakin kuat melafazkan ayat –ayat alquran, yah..benar kata ayah vina, mereka tidak mengenalku, namun pikirku aku pasti bakalan ikut terkena juga..Akhirnya ayah vina datang ikut menyerang makhluk yang ada di depanku, makhluk tersebut lari namun sempat mengeluarkan bau hangus seperti terbakar.
Makhluk yang ada di penjuru sebelah yang tadinya akan masuk ingin mencelakakan ibu, ternyata ngga berani masuk dan cuma mengawasi ajah. Akhirnya dengan kuasa Allah Yang Maha Perkasa, makhluk-makhluk tersebut pergi.
Ayahku tetap saja masih sakit, namun dia tetap meneruskan rencana awalnya untuk menunaikan ibadah haji. Ketika hari H, aku dan sekeluarga mengantar ayah dan ibuku ke bandara, ayah masih sakit namun dia bertekad baja untuk memenuhi panggilan Allah itu sambil membawa dokter spesialis untuk menemani ayah dan ibuku.
SEHAT SETELAH BERHAJI
Waktu itu aku hanya pasrah, melihat kondisi ayahku yang semakin hari semakin lemah. Aku hanya bisa mengirimkan doa, sambil sekali-skali menanyakan kondisi ayah ibuku disana. Akhirnya ibadah haji selesai dan orangtua ku pulang dalam keadaan sehat, putih berseri dan bugar atas ijin Allah.
Alhamdulillah… keluargaku selamat. Cobaan yang mengerikan tersebut kami terima dengan lapang dada. Cobaan itu berupa pembelajaran bahwa Allah SWT Maha Melindungi siapapun yang berusaha untuk mendekatinya.
La tahzan, innallaha ma’ana…..
Jangan bersedih, karena Allah bersama kita….
Ya Allah,,bantulah kami untuk terus bersyukur…
Atas semua keadaan terus bersabar…
Dalam menjalani semua masalah serta ikhlas….
Atas semua yang kau takdirkan….
Serta melapangkan dada…
Untuk terus menjadi pribadi yang kau cintai….
@ PEKANBARU,2013

Minggu, 28 April 2013

Makmumku Dari Bangsa Jin

Aku adalah Emo, aku seorang pria yang saat ini berumur 23 tahun, namun umurku saat mengalami kejadian ini masih 17 tahun dan masih SMA. Kebetulan aku adalah murid yang aktif di kegiatan ekstrakulikuler teater. Karena ada sebuah penggarapan pentas, latihan teater pulang malam sekitar jam 20.30.

Jalan pulang yang kulalui memang harus melewati komplek pemakaman umum di daerah tempat aku tinggal, komplek pemakaman terbesar di daerahku. Mengapa aku menyebut komplek pemakaman? Karena tanah pemakaman ini sangatlah luas dan di sekat-sekat oleh jalan beraspal dan dinding tembok sebagai batas tanah makam, sehingga pemakaman ini layaknya sebuah komplek, dan diantara komplek pemakaman itu terdapat sebuah Masjid yang biasa digunakan warga sekitar.

Jam telah menunjukkan 20.55, maka kuputuskan saja berhenti di Masjid tersebut. Sungguh megah Masjid tersebut, bersih dan suasananya nyaman, tidak ada kesan angker ataupun mengerikan walaupun Masjid tersebut ada di komplek pemakaman. Segera kuparkirkan sepedaku dan kukunci cakram sepedaku dengan sebuah gembok, jaman sekarang rasa aman sudah mahal harganya. Aku sudah terlalu terburu-buru untuk segera sholat, segera ku berwudhu dan berniat untuk melakukan sholat isya.

"Allahuakbar..." sesaat setelah takbir ada seseorang yang menepuk pundakku, pertanda ingin bermakmum padaku, untung saja aku belum membaca Al-Fatiha. Aku pun segera merubah niatku untuk menjadi Imam, bacaan surat Al-fatiha pun kunyaringkan bahkan sampai pada ayat "Wa lad dollin...". Makmumku menjawab "Amieeen..." dengan serentak. Rupanya yang bermakmum padaku lumayan banyak, pria dan wanita. Itu bisa aku ketahui dari bergemanya suara amien dan suara khas laki-laki serta perempuan.

Aku tak menaruh curiga, begitu pun saat rakaat kedua. Makmum yang mengamini sama seperti di rakaat pertama. Sholat isya` berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada yang aneh sampai saat aku menyelesaikan sholat dan salam. Saat aku menoleh ke kanan dan kekiri untuk salam, aku bisa melihat makmumku melalui pintu kaca yang mengelilingi Masjid, makmumku terdiri dari 2 shaff itu laki-laki dan perempuan, namun saat aku berbalik hendak bersalaman... mereka lenyap.

Heran, bingung dan takut menjadi satu. Posisiku yang bersilah membuatku tak mampu berlari langsung karena ketakutan. Keringat dingin dan hawa lembab menambah suasana horor yang aku rasakan. Sial, kakiku kesemutan membuatku tak mampu berlari. Dari belakangku seorang laki-laki berjubah putih menepuk pundakku.

Singkat cerita, lelaki itu mengenalkan diri sebagai kiyai yang biasa menjadi imam. Dari kiyai tersebut aku mendapatkan kenyataan bahwa di Masjid tersebut biasa digunakan sebagai pondok pesantren serta pusat menimba ilmu dari bangsa jin. Aku dibantu berdiri oleh pak kyai tersebut dan dihantarkan menuju sepedaku untuk pulang. Sepulang dari Masjid tersebut aku di beri sebuah sajadah berwarna hijau, sejak saat itu hingga sekarang aku mampu merasakan dan mendeteksi bangsa jin.

Dan kiyai yang memberikan sajadah? Hingga sekarang aku mencari beliau dan masih belum bertemu kembali. Bodohnya aku, aku lupa menanyakan nama beliau. Entah siapa beliau. Sekarang aku adalah seorang perawat, dan stock cerita misteriku masih banyak. Nanti pelan-pelan akan aku bagikan di web ini.

Indera Keenam di Kalangan Keluargaku

Hai, namaku Lia. Baru pertama kali baca di blog ini terus kepikiran buat ikutan sharing cerita. Kata beberapa anggota keluargaku, karena kakekku bisa interaksi sama yang gak keliatan (kayak ustad Solehpati di mister Tukul) hampir semua sodaraku jadi punya kelebihan (indera keenam) yang berbeda2...

Kakakku, cuman bisa ngerasain doang. Dia tau mana daerah yang ada penghuninya, tau kalau ada setan di sekeliling dia, dll. Adekku sering ketempelan (hampir mirip kesurupan). Pernah dia sampe ngurung diri di kamar berhari-hari dan gak mau omong apapun, sampe tiba-tiba ngamuk kalau dia lagi marah. Katanya tetanggaku, karena kalau dia lagi marah, dia selalu diem aja gak mau omong dan pikirannya kosong makanya gampang disusupi setan. Kalau aku sering banget deja vu lewat mimpi. Kadang mimpi lagi di tempat A, dan beberapa hari kemudian aku beneran pergi kesitu dan suasana ampe jalan ceritanya persis sama kayak di mimpiku.

Cerita serem ini juga aku alami di mimpiku. Ini salah satunya ya... Kira - kira 3 tahun yang lalu, sepupuku meninggal kecelakaan. Dia dan aku emang deket banget. Dan waktu itu dia tewas mengenaskan (tertabrak truk dan kelindas ban truk tepat di kepalanya).

Beberapa hari setelah dia meninggal, aku mimpi aneh tentang dia. Di mimpi aku sedang ditarik dia menuju ke gedung bertingkat. Wujudnya udah bukan kayak sepupuku tapi kayak kuntilanak. Pake baju putih panjang yang lusuh. Badannya lusuh, kuku panjang2, rambut acak2an dan menutupi mukanya. Dia membawaku ke tingkat paling atas dan terus–terusan mendorongku ke bawah. Aku jelas aja menolak dan berusaha menghindari dia.

Aku lalu bertanya sama dia "Kamu kenapa mau jorokin aku ke bawah? Salahku sama kamu apa?". Tiba-tiba aja dia mendongak ke arahku. Mukanya putih pucat, matanya merah sayu, bener–bener seperti mayat hidup. Dia jawab "Aku kesepian. Di sana aku sendirian. Kamu sayang sama aku khan? Ayo temanin aku!". Selesai jawab, lagi–lagi dia berusaha mendorong aku ke bawah. Spontan, aku berteriak–teriak meminta dia buat berhenti mendorongku. Aku menangis. Ketika dia tahu aku menangis, dia berhenti mendorongku.

Aku omong lagi ke dia "Vin, urusanku di dunia ini belum selesai. Tolong, jangan ajak aku buat nyusul kamu sekarang. Aku juga belum nunjukin bakti aku di dunia buat orangtuaku. Aku emang sayang sama kamu. Suatu saat pasti aku nyusul kamu. Pasti aku nyusul kamu di surga kalau udah waktunya aku dipanggil yang Kuasa. Tenang aja, aku bakal sering doain kamu biar gak kesepian". Dia lalu melepaskan tangannya dari badanku. Dia cuman tersenyum, senyum yang persis sama kayak waktu dia masih hidup.

Habis itu aku langsung bangun dari tidurku. Butuh waktu sampe berjam–jam buat nenangin diriku akibat efek dari mimpi buruk itu. Siangnya aku ceritain mimpi itu ke orangtuaku. Kata orangtuaku itu bukan Vina (sepupuku yang meninggal) tapi jin, niatnya pengen cari korban. Orangtuaku bersyukur banget waktu aku bisa menolak ajakannya, apalagi waktu aku bilang kalau kelak bakal nyusul di surga kalau udah saatnya. Katanya jawabanku udah tepat buat ngusir jin itu. Gak tau itu beneran jin atau gak.

Sekian ceritaku, mohon kritik dan sarannya ya. Maaf kalau ceritanya kurang serem atau ribet.


- Lia -

Nguber Kuntilanak Sambil Bugil

Hay nama gw Ara. Ini cerita pertama gw.

Minggu kemaren gw abis dari rumah uyut gw, seminggu gw tinggal di tempat uyut gw. Kebetulan di kampung uyut gw itu banyak wanita hamil dari yang hamil tua sampai yang hamil muda juga ada.

Pas kebetulan malam Rabu, ada tetangga uyut gw yang mau ngelahirin. Nah di rumah nya itu ada pohon pete gede. Singkat cerita, tetangga uyut gw itu ngelahirin jam 12 malam tepat. Pas lagi khawatir nungguin istrinya lahiran, eh.. ada suara kuntilanak di pohon pete. Sang suami kaget lah, apa lagi kata dukun beranaknya suruh di usir cepet2.

Nah si suami langsung buka baju, celana, dan kaos dalam, jadi tinggal celana dalam yang nempel di badan dia. Truz dia keluar rumah nyamperin tu kuntilanak sambil bilang "Woy ngapain lu nangkring disitu. Pergi ga! kalo ga pergi gua buka ni" sambil megang celana dalam, siap2 mau dibuka.

Nah terbang lah si kuntilanak ini, tapi terbang nya ga jauh dari rumahnya alias terbang nya kebelakang rumah gw. Keluar lah gw sama uyut gw. Nah bapak2 yang bugil juga ngejer kerumah gw. Truz bapak2 bugil ini disuruh pulang sama uyut gw, disuruh jagain istri nya aja.

Jadi uyut gw turun tangan, dia ambil tasbeh sama garam truz uyut gw baca2 ayat Al quran. Garam tadi dilemparn ke arah tu kuntilanak. Alhamdulilah kuntilanak nya ilang dan yang ngelahirin selamet.

Sekian cerita gw, maaf ya kalau jelek dan berantakan.

Sholat Tahajud di Masjid yang Gelap

Hai kembali lagi dengan Azka disini. Sebelumnya saya sudah posting cerita yang berjudul Gara-Gara Belum Solat Isya.

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman paman saya sewaktu ia sedang bekerja larut malam di Kantor Walikota Jakbar. Tanggalnya saya lupa karena ia tidak menceritakan ceritanya secara detil.

Siang itu, seperti biasanya paman saya sedang bekerja di kantornya dan ia berniat untuk pulang karena memang sudah waktunya. Disaat ia bersiap untuk pulang, atasannya menyuruh paman saya supaya lembur malam ini karena salah satu pegawai ada yang sedang berhalangan masuk. Tentu saja paman saya setuju dan langsung mengontak keluarganya di rumah bahwa ia tidak pulang karena lembur.

Singkat cerita, malam pun tiba. Jam menunjukkan pukul 01.00 WIB. Karena merasa bosan, iapun turun ke ruangan security untuk sekedar ngobrol atau main catur untuk melepas penat. Setibanya di ruangan, ia langsung disapa oleh petugas keamanan dan diajak untuk main catur. Namun ia teringat untuk sholat tahajud di Masjid. Jadi ia memutuskan untuk sholat dulu, baru setelah itu main catur.

Setibanya di Masjid, ia langsung mengambil air wudhu. Namun saat itu ia merasakan ada sesuatu yang aneh. "Kayaknya dari tadi ada yang ngeliatin deh" gumam paman saya dalam hati. Ia meneruskan wudhunya dan masuk ke dalam Masjid. "Gelap banget" katanya. Ya memang Masjid disitu dimatikan lampunya jika sudah jam 10 malam.

Ia memulai sholatnya. Rakaat pertama, ada sesuatu yang aneh di sekeliling paman saya. Konsentrasi sholatnya berkurang. Suasana Masjid seakan-akan ramai. Rakaat kedua, paman saya mengeraskan suaranya. Dan ketika ia hampir selesai membaca Al-Fathihah, "Waladhooliin" dan tiba-tiba, "AAAAMIIIIIN" menggema di seluruh ruangan Masjid.

Paman saya langsung kabur berlari ke luar Masjid dan menghampiri security. "Mas, mas, di Masjid... ada yang amin tadi denger nggak??" kata paman saya sambil terengah-engah. "Wah tadi kan yang solat bapak sendiri" jawab security. "Tapi sumpah pak, ada jama`ahnya!! Makanya saya langsung lari kesini. Saya takut!". Dan setelah kejadian itu, paman saya tidak berani lagi sholat tahajud di Masjid. Ia lebih memilih untuk shalat di ruangan security.

Thanks dan maaf kalau ada kata yang salah.
Keep reading!

Sixth Sense Teman

Hai, saya Gavy disini, Mau posting cerita lagi nih. Maaf ya kalau enggak serem atau belepotan. Maklum masih pemula.

Ini cerita teman saya, sebut saja namanya Agus. Saya berteman akrab sama si Agus ini. Tapi saat saya jalan atau nongkrong bareng dia, dia sering sekali bilang kayak gini:

Agus : Fi ..
Saya : Apa ..?
Agus : Cabut yuk, ada yang gak senang nih

Saya pun cuma bisa mengiyakan apa yang dia inginkan. Dan pada bulan Januari (saya lupa tanggal berapa), saya kerumahnya buat ngajakin dia ke net. Saat saya mau manggil dia di depan rumah, dia sms saya. Sms nya begini "Fi, besok pagi aja ya gua temaninnya coznya ada yang lagi mondar mandir didepan rumah gua, gua juga sempat foto tuh orang". Langsung saya ambil langkah seribu buat cabut dari rumah Agus.

Keesokan harinya baru dia cerita ke saya kalau dia sebenarnya punya sixth sense, dan saya pun langsung kaget. Apalagi waktu dia nunjukin foto penampakan itu di Hp nya, tapi sayang banget tuh foto udah terformat sama dia. Dan dia juga pindah rumah karena rumah yang waktu itu saya datangi udah TERBAKAR :( (maaf ya Gus). Sampai saat ini saya sering banget ngeliat yang namanya makhluk halus walau hanya sekelebat. Apa sixth sense itu bisa menular ya ? :/

Mungkin ini aja dulu cerita saya. Kritik dan saran boleh kok, tapi jangan ngatain saya ya. Makasih :)


- Gavyner -

Hantu Penghuni Benteng Van Der Wijck

Assalamualaikum, saya Dimas dari Depok. Saya ingin berbagi salah satu pengalaman yang tak terlupakan.

Singkatnya:

Saya duduk di bangku kelas 8 SMP sekarang. Sebut saja saya di A dan saya mempunyai 4 teman dekat saya sebut saja si B, C, D dan E. Dua bulan yang lalu kami mengadakan kunjungan ke Yogyakarta. Setelah berbagai aktivitas akhirnya malam ke-1 pun tiba.

Pengalaman di malam ke-1 ini ketika kami tiba di suatu hotel untuk beristirahat agarr bisa kembali melanjutkan perjalanan esok hari. Tetapi semua itu diluar rencana bagi saya dan si B, kami adalah sahabat yang dekat sekali sampai kemanapun selalu bersama. Nah kebetulan kami berdua mempunyai banyak pengalaman tentang hal mistik, jadi kami menganggap hal itu wajar.

Malam itu di Hotel angker kami semua menginap. Kebetulan saya nyasar di hotel itu. Ketika itu waktu menunjukkan pukul 23.00 dan saya sedang sendirian mencari kamar. Saat saya melewati ruang makan yang gelap, ketika itu saya melihat hal yang tidak wajar, salah satunya adalah ada perempuan yang sedang menangis di pojokkan.

Lalu karena saya kira itu anak sekolah kami maka saya dekati anak itu dan saya bertanya-tanya. Tetapi dia langsung menengok ke saya dan tidak berkata apa2. Ketika saya menengok ke belakang, dia langsung berada dipandangan saya. Nah saya tengok lagi kedepan dan dia sudah tidak ada. Hal itu langsung saya abaikan...

Saya melanjutkan mencari kamar dan saya menemukan kamar. Ketika itu suasana langsung sepi ketika pukul 23.30 dan banyak kejadian yang saya bersama si B alami..

Lanjut saja, inilah kejadian di benteng...

Nah setelah banyak pengalaman kami lalui. Kami tiba di Benteng Van Der Wijck. Kami tiba disana pukul 16.00 dan sempat melihat-lihat benteng sampai pukul 17.30. Nah waktu itu banyak sekali kejadian yang tidak wajar yang kami berlima lalui.

Dilain waktu.. Rahasia yang tidak diketahui rombongan sekolah kami adalah yaitu adanya ruang bawah tanah di tengah benteng tempat penggantungan hukuman mati. Kebetulan disini ada komplek militer, tempat ini sepi tidak ada petugas bahkan yang diketahui hanya ada rombongan sekolah kami saja.

Nah ketika malam hari suasana lebih sepi lagi. Ketika pulang sholat maghrib dan Isya saya dan teman-teman langsung menyerbu benteng, yah bisa dibilang "sok sok-an berani" dan menantang masalah datang.

Waktu semakin larut menunjukkan pukul 20.30. Ketika itu saya berlima banyak mengalami kejadian aneh-anehlah. Lalu teman saya meminta agar diantar ke toilet dan kami berlima pun ke toilet. Saya dan si B ditinggal kabur si C, D, E karena sesuatu.

Selesai BAK teman saya langsung bersikap aneh dan si B pun berteriak "Awas di belakang lu". Lalu diapun cerita, setelah keluar toilet katanya "Tadi ada wanita tua memakai baju putih dengan muka penuh darah". Lalu saya menengok kebelakang dan waaa... saya pun langsung kabur karena melihat muka tembus pandang di belakang kami dan di pohon.

Nah selanjutnya kami berdua melihat anak-anak yang wajahnya berlumuran darah. Dan malam itu kami sebut malam kacau karena tidak berjalan sesuai rencana dan banyak kejadian yang kami alami...

Sekian cerita saya, lanjutannya akan saya kirim beerikutnya. Maaf kalau tidak menyeramkan. Tolong ambil hikmahnya :)


- Dimas -